Demokrasi Terancam Aktivis Gelar Kongres Rakyat

Aksi demo di Kejaksaan Cianjur
CIANJURNEWS.COM – Ketegangan politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2015 di Kabupaten Cianjur, mulai terasa. Selain para Bakal Calon yang mulai mengambil simpati rakyat, dengan berjualan janji politik nya, para aktivisjuga tidak kalah sibuknya. Adanya sinyalemen penggembosan demokrasi untuk kepentingan politik kelompok tertentu, para aktivis berencana melaksanakan kongres umum rakyat Cianjur.
“Waktunya masih konsolidasi antar pihak yang berkompeten dengan kepentingan rakyat Cianjur kedepan. Kongres ini bukan kepentingan politik apalagi kepentingan salah satu calon yang bakal maju dalam Pilkada. Jadi kami pastikan, kongres ini akan membahas sejumlah isu dan menghasilkan rekomendasi politik untuk penyelenggara pemilu,” kata Dian Rahadian, penggagas kongres sekaligus Ketua Presidium Dewan Kota (Dekot) kabupaten Cianjur saat ditemui di Sekretariat Lembaha Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) di Jalam Kaum, Pamoyanan, Cianjur, Rabu Siang tadi. (20/5).
Dian menegaskan, sejumlah isu menyangkut permasalahan politik yang terjadi sekarang akan menjadi agenda kongres. Salah satunya, tentang peran aktif Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mendukung Calon Bupati Herman Suherman dalam kegiatan dinas bupati. Isu lainnya tentang independensi penyelenggara pemillu baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwas) dan Kantor Kesatuan Bangsa serta Politik (Kesbangpaol) sebagai pelaksana Desk Pilkada dengan lembaga lainnya.
Ditegaskan Dian, kongres rakyat harus dilakukan karena selama 10 tahun berjalan pemerintahan Kabupaten Cianjur dikomandoi Tjetjep Muchtar Soleh, banyak temuan pemerkosaan hak politik warga guna mensinergikan kepentingan birokrasi dan pemegang kuasa politik di parlemen dalam hal ini anggota dewan.
“ Beberapa fakta yang terjadi setiap pesta demokrasi di Kabupaten Cianjur, telah melahirkan noda politik yang tidak bisa dibersihkan dengan gerakan atau hukum. Jadi sekarang harus dilakukan pencegahan, apalagi Pilkada merupakan proses poitik untuk melahirkan Bupati Cianjur yang berkaitan erat dengan kepentingan pembangunan berdasarkan keinginan rakyat dan konstitusi,” tegas Dian.
Selama ini, sambung dian, masyarakat Cianjur sudah jenuh dengan rekayasa politik yang dilakukan oknum penyelenggara dan oknum birokrasi. Namun masyarakat diam, karena selama ini pendidikan politik yang dilaksanakan pemerintah maupun partai politik, sengaja tidak dijalankan dengan baik. Hasilnya, masyarakat jadi bodoh dan tidak paham terhadap peran politik untuk pembangunan.
“Jelas kan masyarakan Cianjur sekarang, dibawa ke arah politik pragmatis sehingga mempermudah dilakukan transaksional politik untuk kepentingan calon. Sekali memberi dengan uang maksimal Rp, 100.000 ribu, calon yang berhasil memang dapat meraup dana miliran bahkan triliuan dari pencurian anggaran rakyat itu sendiri,” bebernya.
Kongres Rakyat, dikatakan Dian, akan dilaksanakan paling telat pada akhir bulan ini, sehingga saat tahapan Pilkada berjalan semua rekomendasi dan tindakan atas hasil kongres bisa dilaksanakan dengan baik. “ Initinya kita tidak akan diam untuk menciptakan Pilkada yang jujur dan menghasilkan pemimpin yang amanah,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Kesbangpol, Sudrajat Laksana saat dihubungi berkomentar, Kongres Rakyat sah saja dilaksanakan, bahkan bagus untuk mengawal jalannya Pilkada di Cianjur. Kongres rakyat harus bisa bersinergi dengan pihak lain yang peduli terhadap Pilkada sehingga hak berpolitik masyarakat di Cianjur bisa tertuntaskan dengan baik.
“Saya tentu dukung apalagi itu merupakan bagian untuk menciptakan Pilkada yang berkualitas. Sebagai satu bagian kegiatan dalam Pilkada, tentu saya berharap semua rekomendasi itu bisa tersampaikan ke pihak yang berkompeten sehingga bisa dilaksanakan. Saya sendiri akan menunggunya dan bila perlu hadir sebagai bagian pihak yang bekerja untuk mensukseskan Pilkada tahun 2015 ini,” tegas Ajat.
Disinggung mengenai tudingan adanya indikasi keterlibatan Kesbangpol dalam memobilisasi masa lewat Camat untuk kepentingan calon tertentu, Ajat langsung membantahnya dengan keras. Menurutnya, salah satu tugas Kesbangpol adalah melakukan komunikasi dan koordinasi dalam rangka mensukseskan Pilkada. Karena organisasi Perangkat Daerah (OPD) terendah di tingkat bawah adalah Kecamatan, maka semua camat dilibatkan untuk melakukan pekerjaan mengawasi dan mensukseskan Pilkada.
“Camat itu nanti melakukan koordinasi dengan Kepala Desa (Kades) dalam mensinergikkan semua program Pilkada secara menyeluruh dan bukan untuk kepentingan salah satu calon. Saya sebentar lagi memasuki masa pensiun dan tidak memiliki kepentingan apapun dalam Pilkada ini. Saya justru mendorong semua stakekholder terlibat agar hasil Pilkada melahirkan Bupati yang mau bekerja untuk semua kepentingan masyarakat Cianjur,” bantahnya, saat ditemui di Kantor Kesbangpol, tadi siang, (20/5).

No Responses

Comments are closed.

Read previous post:
BNN
SMAN I Ciranjang Wakili Cianjur Lomba ASBN

CIANJURNEWS.COM -- Angka prevalensi penyalahguna narkoba setiap tahun meningkat, peredaran narkoba sudah merambah sampai ke wilayah pedesaan, korban penyalahgunaan narkoba berasal dari berbagai...

AZS_9189
Herman Kembali Turunkan Atributnya Sendiri

CIANJURNEWS.COM – Siapa sangka, Calon Bupati Cianjur Periode 2016-2021 Herman Suherman, begitu peduli dengan lingkungan. Faktanya, selepas menghadiri undangan acara...

suranto hadiah
Peserta Turnamen Bola Voli Wabup Cup Semua Jadi Juara

CIANJURNEWS.COM -- “ SELAMAT ! semua menjadi juara dan terus pupuk rasa persaudaraan diantara sesama pemain dan tidak boleh merasa...

linmas cipanas
Dewan : Kewenangan Pencairan DAD ada di Eksekutif

CIANJURNEWS.COM – Anggota Komisi I DPRD Cianjur, Moch Isnaeni, mengaku kaget dengan kedatangan puluhan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam...

DEMO KADES
Dana Desa Mandeg Kades Ngutang Operasional

CIANJURNEWS.COM – Puluhan Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, beramai-ramai mendatangi Gedung Wakil...

Close