Polres Ciduk Bandar Narkoba Jenis Ganja

sugeng haryadi polres cianjur
CIANJURNEW.COM – Polres Cianjur, menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba skala besar. Kedua pelaku, yakni, AS (19) dan RA (20), tertangkap tangan memiliki ganja seberat 500 gram. Pelaku yang mengaku baru beroperasi selama empat bulan ini diduga masuk dalam jaringan besar Cianjur-Sukabumi.
Kedua pelaku ini masing-masing ditangkap di kediamannya, Selasa (2/6) malam. AS ditangkap di Kampung Pajagan RT03/01 Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Tidak lama setelah AS, giliran RA yang diringkus di Kampung Cibacut RT03/010 Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Gekbrong diyakini menjadi sarang peredaran narkoba setelah pusat kota Cianjur.
Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasat Narkoba AKP Sugeng Haryadi mengatakan, AS dan RA sudah menjadi target operasi kepolisian sejak beberapa bulan terakhir. Sebelum melakukan penangkapan, polisi melakukan lidik untuk memastikan gerak gerik pelaku.
“Selama lebih kurang dua bulan kami lakukan proses lidik pelaku. Setelah bukti cukup kami lakukan penangkapan keduanya terpisah,” ujarnya.
Penangkapan ini menjadi yang kedua dalam kurun tiga minggu terakhir. Sebelum Polres Cianjur sukses membekuk pengedar narkoba dengan barang bukti ganja seberat lebih dari 1 kilogram.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Sugeng, pelaku terbilang pemain baru. Namun, meski begitu, kedua diduga terlibat jaringan besar di Cianjur dan sekitarnya. Karena untuk mendapat barang dengan jumlah besar, seseorang harus masuk menjadi anggota jaringan penjual. Berbeda dengan penangkapan lainnya di mana pelaku mendapatkan barang dari Cianjur untuk dikirim ke Sukabumi. Kali ini, RA dan AS mendapat barang haram tersebut dari Sukabumi untuk diedarkan di Cianjur.
“Ini yang kami terus telusuri karena polanya terbalik. Biasanya barang dari Cianjur dikirim ke Sukabumi tapi ini justru barang dari Sukabumi,” ujarnya.
Barang bukti ganja yang berhasil disita itu dibungkus menggunakan kertas koran lalu dilapisi lakban. Diduga ganja tersebut sisa dari paket besar yang sudah diedarkan. “Kami temukan sudah dalam kondisi terbuka, mereka mengaku sudah direcah jadi paket-paket kecil,” katanya.
Menurut dia, pelaku mengaku membeli ganja tersebut seharga Rp1,2 juta. Setelah dipecah menjadi paket kecil, keuntungannya berkali lipat. Disinggung mengenai pembelinya, Sugeng mengatakan pelaku tidak memilah siapa peminatnya. Hanya saja, pelaku mesti mengetahui siapa pembelinya agar tidak tercium oleh polisi.
Sugeng mengatakan, kedua pelaku dijerat dengan pasar berlapis. Yakni pasal 112 KUHP tentang memilki, menyimpan dan menguasai narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp800 juta. Serta pasal 114 tentang penjual narkoba.
“Pasal penjualan, pelaku dituntut penjara paling sedikit 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Kedua pelaku kini ditahan di Mapolres Cianjur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

No Responses

Comments are closed.

Read previous post:
anggota-dewan-miftah-korup-ditangkap-kejari
Aleg Tersangka Korupsi Sering Bolos Ngantor

CIANJURNEWS.COM – Tersangka kasus korupsi dana desa peradaban yang sempat kabur, yang juga sebagai Aleg DPRD Kabupaten Cianjur, Miftah, ternyata...

jalan rusak jonggol
Jelang Arus Mudik, Polisi Minta Dinas Binamarga Segera Perbaiki Jalan

CIANJURNEWS.COM - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Cianjur, diminta melakukan perbaikan jalur alternatif menjelang musim mudik. Selain itu, marka...

sidang-putusan-chep-cianjur-_-1_20150604_113419
Ketum Garis Divonis 6 Bulan Penjara, Pendukung dan Polisi Bentrok

CIANJURNEWS.COM – Vonis enam bulan penjara terhadap Ketua Gerakan Reformasi Islam (Garis) Chep Hernawan, 67, dalam kasus penipuan, yang di...

pendaki tewas
Diduga Kedinginan, Mahasiswa IKJ Tewas Saat Mendaki Gunung Pangrango

CIANJURNEWS.COM – Seorang pendaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kabupaten Cianjur tewas saat tengah berada di lokasi pendakian. Korban...

Prostitusi-Online-via-BBM
Orang Tua Laporkan Adanya Praktik Prostitusi Online

CIANJURNEWS.COM – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, menerima laporan adanya praktik prositusi melalui dunia maya...

Close